CCalculate.Studio

🧮 Kalkulator Sistem Persamaan

Sistem persamaan linear adalah sekumpulan persamaan yang berbagi variabel yang sama, dan menyelesaikannya berarti mencari nilai-nilai yang memenuhi setiap persamaan secara bersamaan. Kalkulator ini menyelesaikan sistem 2 variabel (2×2) dan 3 variabel (3×3) menggunakan eliminasi Gauss dengan pivot parsial. Kalkulator ini juga mendeteksi sistem singular, yaitu sistem yang tidak memiliki solusi unik tunggal.

Terakhir ditinjau: 2026-07-07
Add as preferred on Google

Memahami solusi sistem Anda

Sistem linear selalu masuk ke dalam salah satu dari tiga kategori, yang ditentukan oleh bagaimana garis (atau bidang) dari persamaan-persamaan tersebut berhubungan secara geometris.

KasusMakna geometris (2×2)Jumlah solusi
Independen, konsistenDua garis berpotongan tepat di satu titikTepat satu solusi unik
DependenKedua persamaan menggambarkan garis yang samaTak hingga banyak solusi
InkonsistenKedua garis sejajar dan tidak pernah bertemuTidak ada solusi
  • Kalkulator ini melaporkan kasus dependen maupun inkonsisten sebagai 'Tidak ada solusi unik' karena eliminasi Gauss saja tidak dapat membedakan keduanya tanpa reduksi baris lebih lanjut pada matriks augmented; keduanya sama-sama merupakan hasil yang valid ketika matriks koefisien bersifat singular.
  • Hasil numerik dibulatkan hingga 6 tempat desimal. Untuk sistem dengan koefisien berupa bilangan bulat eksak atau pecahan sederhana, desimal kecil bukan nol pada hasil (misalnya 1,999999 alih-alih 2) mencerminkan pembulatan floating-point standar dan dapat dianggap sebagai nilai eksak terdekat.
  • Pivot parsial digunakan untuk mengurangi kesalahan numerik, tetapi sistem yang 'hampir singular' (determinan yang sangat mendekati nol) tetap dapat menghasilkan output yang sensitif terhadap perubahan input kecil — sifat yang dikenal sebagai ill-conditioning dalam aljabar linear numerik.

Apa itu sistem persamaan linear?

Sistem persamaan linear adalah kumpulan dua atau lebih persamaan linear yang berbagi variabel yang sama. Solusi dari sistem tersebut adalah sekumpulan nilai — satu untuk setiap variabel — yang membuat setiap persamaan dalam sistem tersebut benar pada saat yang sama. Secara geometris, persamaan linear dengan 2 variabel adalah sebuah garis lurus, dan menyelesaikan sistem 2×2 berarti mencari titik perpotongan dua garis. Persamaan linear dengan 3 variabel adalah sebuah bidang dalam ruang tiga dimensi, dan sistem 3×3 mencari titik pertemuan tiga bidang.

Kalkulator ini merepresentasikan setiap persamaan sebagai satu baris dari matriks augmented: koefisien setiap variabel diikuti oleh konstanta di sisi kanan tanda sama dengan. Untuk sistem 2×2, enam angka dimasukkan dalam urutan baris — a₁, b₁, c₁, a₂, b₂, c₂ — yang mewakili a₁x + b₁y = c₁ dan a₂x + b₂y = c₂. Sistem 3×3 mengikuti pola yang sama dengan dua belas angka dalam tiga baris yang masing-masing berisi empat koefisien.

Pemecah masalah ini menggunakan eliminasi Gauss dengan pivot parsial, sebuah metode standar aljabar linear numerik yang secara sistematis mengeliminasi variabel baris demi baris untuk mereduksi matriks augmented menjadi bentuk yang memungkinkan setiap variabel yang belum diketahui dibaca langsung. Pivot parsial — memilih baris dengan koefisien absolut terbesar di setiap kolom sebelum melakukan eliminasi — meningkatkan stabilitas numerik dibandingkan dengan eliminasi naif.

Cara menggunakan kalkulator sistem persamaan ini

  1. Pilih jumlah variabel yang belum diketahui: 2 untuk sistem dua persamaan dua variabel (x, y), atau 3 untuk sistem tiga persamaan tiga variabel (x, y, z).
  2. Masukkan koefisien sebagai daftar yang dipisahkan dengan ; dalam urutan baris. Untuk sistem 2×2, masukkan a₁; b₁; c₁; a₂; b₂; c₂ untuk persamaan a₁x + b₁y = c₁ dan a₂x + b₂y = c₂ — total enam angka.
  3. Untuk sistem 3×3, masukkan dua belas angka: a₁, b₁, c₁, d₁, a₂, b₂, c₂, d₂, a₃, b₃, c₃, d₃ untuk persamaan a₁x + b₁y + c₁z = d₁ dan dua persamaan berikutnya.
  4. Baca nilai hasil penyelesaian x, y (dan z untuk sistem 3×3). Jika sistem bersifat singular — persamaan-persamaannya saling bergantung atau bertentangan — kalkulator akan menampilkan 'Tidak ada solusi unik' alih-alih nilai numerik.

Formula di balik eliminasi Gauss

Sistem 2×2: a₁x + b₁y = c₁, a₂x + b₂y = c₂
Sistem 3×3: a₁x + b₁y + c₁z = d₁, a₂x + b₂y + c₂z = d₂, a₃x + b₃y + c₃z = d₃
Contoh: 2x + y = 5, x − y = 1 → x = 2, y = 1
Kondisi singular: determinan matriks koefisien = 0 (tidak ada solusi unik)

Eliminasi Gauss mengubah matriks augmented [A | b] menjadi bentuk yang setara dan lebih mudah diselesaikan dengan menerapkan operasi baris yang tidak mengubah himpunan solusi: menukar baris, mengalikan satu baris dengan konstanta bukan nol, dan menambahkan kelipatan satu baris ke baris lainnya. Kalkulator ini melakukan eliminasi hingga bentuk tereduksi dan membaca solusi langsung dari matriks diagonal yang dihasilkan, menggunakan pivot parsial (memilih pivot terbesar yang tersedia di setiap kolom) untuk mengurangi kesalahan pembulatan floating-point.

Contoh perhitungan (2×2): selesaikan 2x + y = 5 dan x − y = 1. Menjumlahkan kedua persamaan mengeliminasi y: 3x = 6, sehingga x = 2. Substitusi ke persamaan kedua: 2 − y = 1, sehingga y = 1. Verifikasi: 2(2) + 1 = 5 ✓ dan 2 − 1 = 1 ✓.

Suatu sistem bersifat singular — tidak memiliki solusi unik — ketika matriks koefisiennya memiliki determinan nol, atau setara dengan itu, ketika eliminasi Gauss menghasilkan kolom pivot yang seluruh entrinya (secara numerik) nol. Sistem singular bisa bersifat inkonsisten (persamaan-persamaannya saling bertentangan, misalnya x + y = 2 dan x + y = 5, sehingga tidak ada solusi) atau bergantung/dependen (satu persamaan merupakan kelipatan dari persamaan lainnya, misalnya x + y = 2 dan 2x + 2y = 4, sehingga terdapat tak hingga banyak solusi). Untuk menentukan mana dari kedua kasus ini yang berlaku diperlukan pemeriksaan langsung terhadap persamaan-persamaannya; kalkulator ini melaporkan kedua kasus tersebut sebagai 'tidak ada solusi unik'.

Kesalahan umum

  • Memasukkan koefisien tidak sesuai urutan baris — kalkulator ini mengharapkan koefisien setiap persamaan diikuti konstantanya, baris demi baris, bukan kolom demi kolom.
  • Lupa bahwa sistem 3×3 membutuhkan dua belas angka (empat per baris), bukan sembilan — suku konstanta di sisi kanan setiap persamaan harus disertakan.
  • Mengasumsikan 'tidak ada solusi unik' selalu berarti tidak ada solusi sama sekali — padahal bisa juga berarti terdapat tak hingga banyak solusi (sistem dependen); kedua kasus ini memerlukan pemeriksaan persamaan asli secara manual untuk dibedakan.
  • Tertukar mengenai di sisi mana konstanta seharusnya berada — semua suku variabel harus dipindahkan ke sisi kiri dan persamaan ditulis dalam bentuk a₁x + b₁y (+ c₁z) = konstanta sebelum memasukkan koefisien.
  • Mengharapkan pecahan eksak pada hasil — hasilnya adalah pendekatan desimal yang dibulatkan hingga enam tempat, sehingga solusi sejati 1/3 ditampilkan sebagai 0,333333.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara menyelesaikan sistem dua persamaan linear?

Salah satu metode umum adalah eliminasi: menjumlahkan atau mengurangkan kelipatan persamaan untuk menghilangkan satu variabel, menyelesaikan variabel yang tersisa, lalu mensubstitusikannya kembali. Untuk 2x + y = 5 dan x − y = 1, menjumlahkan kedua persamaan mengeliminasi y, menghasilkan 3x = 6, sehingga x = 2; substitusi menghasilkan y = 1. Kalkulator ini mengotomatisasi proses yang setara — eliminasi Gauss — untuk sistem 2×2 maupun 3×3.

Apa artinya jika suatu sistem tidak memiliki solusi unik?

Artinya persamaan-persamaan tersebut tidak berpotongan tepat di satu titik. Hal ini terjadi dalam dua cara yang berbeda: persamaan-persamaan mungkin inkonsisten (bertentangan, seperti x + y = 2 dan x + y = 5), sehingga sama sekali tidak ada solusi, atau dependen (satu persamaan merupakan salinan berskala dari persamaan lainnya, seperti x + y = 2 dan 2x + 2y = 4), sehingga terdapat tak hingga banyak solusi. Kedua kasus tersebut sesuai dengan matriks koefisien yang determinannya nol.

Berapa banyak persamaan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan 3 variabel yang belum diketahui?

Secara umum, suatu sistem membutuhkan setidaknya sebanyak persamaan independen sebanyak jumlah variabel yang belum diketahui agar memiliki solusi unik — tiga persamaan independen untuk tiga variabel (x, y, z). Jika jumlah persamaan independen lebih sedikit, akan tersisa setidaknya satu derajat kebebasan, sehingga menghasilkan tak hingga banyak solusi, bukan satu solusi unik.

Apa itu eliminasi Gauss?

Eliminasi Gauss adalah metode sistematis untuk menyelesaikan sistem linear dengan menggunakan operasi baris — menukar baris, mengalikan satu baris, dan menambahkan kelipatan satu baris ke baris lainnya — untuk mengubah matriks augmented menjadi bentuk segitiga atau diagonal yang lebih sederhana sehingga solusinya dapat dibaca langsung. Metode ini adalah metode standar yang diajarkan dalam aljabar linear dan digunakan secara internal oleh sebagian besar pemecah persamaan numerik, termasuk kalkulator ini.

Bisakah kalkulator ini menyelesaikan sistem nonlinear, seperti persamaan dengan x²?

Tidak. Kalkulator ini hanya menyelesaikan sistem linear, di mana setiap variabel muncul dalam pangkat satu tanpa perkalian antarvariabel (tidak ada suku x², tidak ada suku xy). Sistem nonlinear membutuhkan metode yang berbeda, seperti substitusi yang dikombinasikan dengan rumus kuadrat, atau teknik pencarian akar secara numerik.

Mengapa kalkulator menampilkan desimal, bukan pecahan eksak?

Pemecah masalah ini melakukan eliminasi Gauss floating-point (desimal), yang merupakan pendekatan standar untuk aljabar linear numerik, bukan aritmetika pecahan simbolik. Solusi sejati 1/3 akan ditampilkan sebagai 0,333333 (dibulatkan hingga enam tempat desimal). Untuk sistem dengan koefisien bilangan bulat yang bersih, hasil desimal biasanya mendekati bilangan bulat eksak atau hampir eksak.

Referensi

  1. Strang G. Linear Algebra and Its Applications. 4th ed. Cengage Learning, 2006. (Gaussian elimination and matrix rank.)
  2. Lay DC, Lay SR, McDonald JJ. Linear Algebra and Its Applications. 5th ed. Pearson, 2015.
  3. Burden RL, Faires JD. Numerical Analysis. 9th ed. Cengage Learning, 2011. (Partial pivoting and numerical stability.)

Aljabar · Semua kalkulator

Kalkulator terkait