Apa saja yang dipadukan WACC
WACC adalah tingkat imbal hasil rata-rata yang harus dibayar sebuah perusahaan kepada para penyedia modalnya — pemegang saham sekaligus kreditor — ditimbang menurut seberapa besar porsi modal yang disetor masing-masing kelompok. Pemegang saham menuntut biaya ekuitas, yang biasanya diestimasi dengan model seperti Capital Asset Pricing Model; kreditor menuntut biaya utang, yang bisa diamati dari suku bunga pinjaman perusahaan itu sendiri.
Utang mendapat penyesuaian pajak yang tidak dimiliki ekuitas: karena pembayaran bunga umumnya dapat dikurangkan dari penghasilan kena pajak korporasi, biaya utang efektifnya adalah tarif sebelum pajak dikalikan satu dikurangi tarif pajak. Perisai pajak bunga inilah yang membuat utang biasanya menjadi sumber pendanaan yang lebih murah dibanding ekuitas.
Rumus dan contoh perhitungan
WACC menimbang biaya tiap sumber pendanaan menurut porsinya terhadap total modal, V = E + D pada nilai pasar. Ekuitas menyumbang biayanya secara penuh; utang menyumbang biayanya setelah dikurangi perisai pajak atas bunga yang dapat dikurangkan.
Perusahaan yang dibiayai ekuitas $600 juta dan utang $400 juta memiliki bobot 60% dan 40%. Dengan biaya ekuitas 10%, biaya utang sebelum pajak 6%, dan tarif pajak 25%: WACC = 0,60 × 10% + 0,40 × 6% × (1 − 0,25) = 6,0% + 1,8% = 7,8%. Biaya utang setelah pajaknya sendiri adalah 6% × (1 − 0,25) = 4,5%.
- WACC = (E ÷ V) × Re + (D ÷ V) × Rd × (1 − T)
- E = ekuitas $600 juta, D = utang $400 juta, V = $1.000 juta → bobot 60% / 40%
- Biaya utang setelah pajak = 6% × (1 − 0,25) = 4,5%
- WACC = 0,60 × 10% + 0,40 × 4,5% = 6,0% + 1,8% = 7,8%
WACC sebagai ambang imbal hasil, bukan nilai rapor
WACC terutama dipakai sebagai tingkat diskonto dalam penilaian DCF atas arus kas bebas perusahaan, dan sebagai ambang imbal hasil (hurdle rate) untuk keputusan penganggaran modal atas proyek yang risikonya serupa dengan perusahaan. WACC juga menjadi pembanding bagi return on invested capital (ROIC): sebuah perusahaan baru menciptakan nilai ekonomi ketika ROIC melampaui WACC. Ketika ROIC sama dengan WACC, imbal hasilnya persis menutup biaya modal — tidak ada nilai yang tercipta maupun hilang; sedangkan ketika ROIC berada di bawah WACC, pertumbuhan pada tingkat imbal hasil itu justru menghancurkan nilai.
Kesalahan yang sering terjadi
Memakai nilai buku alih-alih nilai pasar untuk bobot ekuitas dan utang adalah kekeliruan yang kerap muncul — WACC didefinisikan atas nilai pasar, dan ekuitas buku sering kali jauh berbeda dari kapitalisasi pasar. Melupakan penyesuaian pajak atas utang membuat biayanya terlalu tinggi. Menerapkan satu WACC tunggal untuk seluruh perusahaan pada proyek-proyek dengan risiko yang jauh berbeda juga membuat perusahaan condong ke proyek berisiko dan menjauhi proyek aman, karena WACC tingkat perusahaan hanya layak dipakai sebagai tingkat diskonto untuk proyek yang risikonya serupa dengan perusahaan secara keseluruhan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa rumus WACC?
WACC = (E/V) × Re + (D/V) × Rd × (1 − T), dengan E dan D sebagai nilai pasar ekuitas dan utang, V sebagai jumlah keduanya, Re biaya ekuitas, Rd biaya utang sebelum pajak, dan T tarif pajak. Dengan ekuitas 60% berbiaya 10%, utang 40% berbiaya 6% sebelum pajak, dan tarif pajak 25%, WACC = 6,0% + 1,8% = 7,8%.
Mengapa biaya utang dikalikan (1 − tarif pajak)?
Pembayaran bunga atas utang umumnya dapat dikurangkan dari penghasilan kena pajak korporasi, sehingga setiap dolar beban bunga menurunkan penghasilan kena pajak sekaligus pajak terutang. Perisai pajak ini menekan biaya pinjaman efektif — biaya utang 6% sebelum pajak pada tarif pajak 25% efektifnya menjadi 4,5% setelah pajak.
Untuk apa WACC digunakan?
WACC terutama dipakai sebagai tingkat diskonto dalam penilaian arus kas terdiskonto atas arus kas bebas perusahaan, dan sebagai ambang imbal hasil untuk keputusan penganggaran modal pada proyek yang risikonya serupa dengan perusahaan. WACC juga menjadi tolok banding bagi return on invested capital (ROIC).
Apakah WACC memakai nilai pasar atau nilai buku?
Nilai pasar. WACC mencerminkan imbal hasil yang saat ini dituntut investor atas modal yang mereka pertaruhkan, dan itu diukur pada nilai pasar — untuk ekuitas berarti kapitalisasi pasar, bukan ekuitas buku. Nilai buku utang kerap dipakai sebagai proksi praktis nilai pasar utang ketika utangnya tidak diperdagangkan, karena selisih keduanya biasanya jauh lebih kecil dibanding pada ekuitas.
Adakah WACC “tipikal” yang harus dikejar setiap perusahaan?
Tidak ada. WACC berbeda menurut industri, struktur modal, iklim suku bunga, dan negara. Kumpulan data biaya modal per industri, seperti yang dipublikasikan Aswath Damodaran di NYU Stern, memperlihatkan perbedaan antarsektor yang signifikan dan bertahan lama. Karena itu WACC sebaiknya diestimasi dari masukan perusahaan itu sendiri, bukan diasumsikan dari target umum.
Referensi
- Damodaran A. Cost of Capital by Sector and Estimating the Cost of Capital. New York University Stern School of Business. pages.stern.nyu.edu/~adamodar.
- CFA Institute. Cost of Capital — CFA Program Curriculum. cfainstitute.org.
- Brealey RA, Myers SC, Allen F. Principles of Corporate Finance. 13th ed. McGraw-Hill Education.
- Koller T, Goedhart M, Wessels D. Valuation: Measuring and Managing the Value of Companies. 7th ed. McKinsey & Company / Wiley, 2020.