CCalculate.Studio
education · 7 min · Terakhir ditinjau: 2026-07-07

Memahami Skor-z dan Persentil

TL;DRSkor-z menyatakan berapa simpangan baku sebuah nilai berada di atas atau di bawah rata-rata, dihitung sebagai z = (x - rata-rata) / simpangan baku, sehingga nilai-nilai dari skala yang berbeda dapat disandingkan pada satu ukuran yang setara. Bila distribusi yang mendasarinya mendekati normal, skor-z dapat langsung dipetakan menjadi persentil lewat distribusi normal baku — misalnya skor-z sebesar 2 setara dengan kira-kira persentil ke-97,72. Nilai 130 pada skala dengan rata-rata 100 dan simpangan baku 15 menghasilkan z = (130 - 100) / 15 = 2, yang menempatkannya dua simpangan baku di atas rata-rata dan di atas sekitar 97,72% distribusi.

Rumus skor-z: membakukan sebuah nilai

Skor-z, yang juga disebut skor baku, mengubah nilai mentah menjadi ukuran seberapa jauh nilai itu dari rata-rata distribusinya, dinyatakan dalam satuan simpangan baku alih-alih dalam satuan aslinya. Rumusnya adalah z = (x - rata-rata) / simpangan baku, dengan x sebagai nilai yang sedang dibakukan. Skor-z sebesar 0 berarti nilai itu persis sama dengan rata-rata; skor-z positif berarti nilainya di atas rata-rata; skor-z negatif berarti nilainya di bawah rata-rata.

Pembakuan semacam ini memungkinkan kita membandingkan pengukuran yang berasal dari skala atau distribusi berbeda — misalnya membandingkan capaian seorang siswa pada dua ujian dengan rata-rata dan sebaran yang tidak sama, atau menimbang satu hasil laboratorium terhadap rentang rujukannya. Karena skor-z menanggalkan satuan sekaligus skala aslinya, skor-z sebesar +1 selalu bermakna relatif sama (satu simpangan baku di atas rata-rata distribusi asalnya), apa pun yang sedang diukur.

Apa arti “dua simpangan baku di atas rata-rata”?

Menyebut sebuah nilai berada dua simpangan baku di atas rata-rata hanyalah cara lain untuk mengatakan bahwa skor-z-nya adalah +2: nilai itu lebih jauh dari rata-rata dibanding pengamatan pada umumnya, sejauh dua kali simpangan baku distribusinya. Karena simpangan baku mengukur sebaran khas data, skor-z sebesar 2 atau lebih (atau -2 atau kurang) secara konvensi dianggap tidak lazim, sebab relatif sedikit pengamatan pada distribusi yang mendekati normal jatuh sejauh itu dari pusatnya.

Ungkapan ini semata-mata menggambarkan posisi di dalam sebuah distribusi — ia sendiri tidak menyatakan apakah berada dua simpangan baku di atas rata-rata itu baik, buruk, atau netral. Skor-z sebesar +2 pada distribusi nilai ujian umumnya menandakan hasil yang kuat, sedangkan skor-z sebesar +2 pada distribusi tekanan darah umumnya menandakan angka yang jauh di atas lazim dan layak mendapat perhatian klinis. Skor-z melaporkan jarak dari rata-rata; menafsirkan arti jarak itu selalu bergantung pada apa yang sedang diukur.

Distribusi normal baku dan persentil

Bila data yang mendasarinya mendekati normal (berbentuk lonceng), skor-z dapat diubah menjadi persentil memakai fungsi distribusi kumulatif normal baku, yang memberi proporsi distribusi yang berada di bawah suatu skor-z. Konversi inilah yang memungkinkan skor-z dinyatakan ulang sebagai “nilai ini lebih tinggi daripada kira-kira X% distribusi.” Tabel di bawah ini memuat persentil baku yang sudah mapan untuk skor-z bilangan bulat dari -2 hingga +3.

Skor-zPersentil (bagian distribusi di bawahnya)Bagian di atasnya
-22,28%97,72%
-115,87%84,13%
050,00%50,00%
+184,13%15,87%
+297,72%2,28%
+399,87%0,13%

Contoh perhitungan: dari skor mentah ke persentil

Tinjau nilai x = 130 yang diambil dari distribusi dengan rata-rata 100 dan simpangan baku 15 (skala klasik yang dipakai untuk skor IQ). Langkah 1: hitung skor-z, z = (130 - 100) / 15 = 30 / 15 = 2. Langkah 2: cari z = 2 pada distribusi normal baku, yang setara dengan persentil ke-97,72 — artinya kira-kira 97,72% distribusi berada pada atau di bawah nilai 130, dan kira-kira 2,28% berada di atasnya.

Contoh kedua pada skala yang sama: nilai x = 85 memberi z = (85 - 100) / 15 = -15 / 15 = -1, yang setara dengan persentil ke-15,87 — artinya nilai ini berada di bawah sekitar 84,13% distribusi dan di atas sekitar 15,87% sisanya. Pada kedua kasus, seluruh perhitungan menyusut menjadi dua langkah saja: bakukan nilainya menjadi skor-z, lalu baca persentil yang bersesuaian pada distribusi normal baku.

Aturan empiris 68-95-99,7

Untuk data yang mendekati normal, aturan empiris (kerap disebut aturan 68-95-99,7) memberi cara cepat menilai seberapa tidak lazim sebuah skor-z tanpa menelusuri tabel persentil: sekitar 68% nilai jatuh dalam satu simpangan baku dari rata-rata (z antara -1 dan +1), sekitar 95% dalam dua simpangan baku (z antara -2 dan +2), dan sekitar 99,7% dalam tiga simpangan baku (z antara -3 dan +3).

Aturan ini mengalir langsung dari tabel persentil di atas: bagian antara z = -1 dan z = +1 adalah 84,13% - 15,87% = 68,26%, bagian antara z = -2 dan z = +2 adalah 97,72% - 2,28% = 95,44%, dan bagian antara z = -3 dan z = +3 adalah 99,87% - 0,13% = 99,74% — semuanya selaras dengan hampiran 68%, 95%, dan 99,7% yang lazim dikutip. Aturan ini hanya berlaku bila distribusi yang mendasarinya mendekati normal; data yang menceng atau berekor tebal bisa menyimpang jauh dari proporsi tersebut, meski skor-z tetap dapat dihitung untuknya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara menghitung skor-z?

Kurangkan rata-rata dari nilainya, lalu bagi dengan simpangan baku: z = (x - rata-rata) / simpangan baku. Misalnya, nilai 130 pada skala dengan rata-rata 100 dan simpangan baku 15 memberi z = (130 - 100) / 15 = 2, yang berarti nilai itu berada dua simpangan baku di atas rata-rata.

Persentil berapa yang setara dengan skor-z sebesar 2?

Kira-kira persentil ke-97,72. Distribusi normal baku menempatkan sekitar 97,72% nilai pada atau di bawah skor-z sebesar 2, sehingga nilai dengan skor-z tersebut lebih tinggi daripada sekitar 97,72% distribusi dan lebih rendah daripada sekitar 2,28% sisanya, dengan asumsi data yang mendasarinya mendekati normal.

Apa artinya berada dua simpangan baku di atas rata-rata?

Artinya nilai itu memiliki skor-z sebesar +2: ia berada lebih jauh di atas rata-rata dibanding pengamatan pada umumnya, sejauh dua kali simpangan baku distribusinya. Untuk data yang mendekati normal, sekitar 97,72% distribusi berada pada atau di bawah nilai ini, sehingga hasil semacam itu tergolong jarang — meski apakah hal itu diinginkan atau tidak sepenuhnya bergantung pada apa yang sedang diukur.

Apakah skor-z mensyaratkan data berdistribusi normal?

Perhitungan skor-z itu sendiri, z = (x - rata-rata) / simpangan baku, terdefinisi untuk distribusi apa pun dan tidak menuntut kenormalan. Namun mengubah skor-z menjadi persentil lewat distribusi normal baku — seperti pada contoh di atas — hanya akurat bila data yang mendasarinya mendekati normal (berbentuk lonceng); untuk data yang menceng atau berekor tebal, persentil sebaiknya dibaca langsung dari datanya.

Apa itu aturan 68-95-99,7?

Ini adalah ringkasan berapa banyak bagian distribusi yang mendekati normal yang jatuh dalam satu, dua, dan tiga simpangan baku dari rata-rata: sekitar 68% dalam satu simpangan baku (z antara -1 dan +1), sekitar 95% dalam dua (z antara -2 dan +2), dan sekitar 99,7% dalam tiga (z antara -3 dan +3). Aturan ini menawarkan cara cepat menilai seberapa tidak lazim sebuah nilai tanpa menelusuri tabel persentil.

Referensi

  1. Abramowitz M, Stegun IA (eds). Handbook of Mathematical Functions. National Bureau of Standards, Applied Mathematics Series 55, 1964 (normal CDF approximation 26.2.17).
  2. National Institute of Standards and Technology (NIST). NIST/SEMATECH e-Handbook of Statistical Methods, Section 1.3.6.6.1: Normal distribution. nist.gov.
  3. Moore DS, McCabe GP, Craig BA. Introduction to the Practice of Statistics. W. H. Freeman (standardized values and the normal distribution).

Kalkulator terkait

🧩 Tambahkan kalkulator ke situs Anda — gratis. Widgets →