Dua pertanyaan yang berbeda
Kapitalisasi pasar hanya menilai klaim ekuitas — milik pemegang saham. Nilai perusahaan atau enterprise value (EV) menilai seluruh bisnis: ekuitas ditambah utang, dikurangi kas, karena pihak yang mengakuisisi seluruh perusahaan akan menanggung utangnya sekaligus memperoleh kasnya. P/E memasangkan harga saham dengan laba per saham, angka yang khusus milik ekuitas; EV/EBITDA memasangkan nilai perusahaan dengan EBITDA, angka yang tersedia bagi semua penyedia modal, bukan hanya pemegang saham. Memasangkan pembilang seluruh modal dengan penyebut seluruh modal itulah yang membuat EV/EBITDA tetap konsisten antarperusahaan dengan tingkat utang berbeda.
P/E, dihitung langkah demi langkah
Rasio P/E membagi harga saham dengan laba per saham. Saham berharga $150 dengan EPS $6 diperdagangkan pada P/E 150 ÷ 6 = 25 — investor membayar $25 untuk setiap $1 laba tahunan. Kebalikannya, imbal hasil laba (earnings yield), adalah 6 ÷ 150 = 4%, yang kadang dibandingkan dengan imbal hasil obligasi sebagai patokan kasar valuasi relatif.
EV/EBITDA, dihitung langkah demi langkah
Nilai perusahaan menjumlahkan kapitalisasi pasar dan total utang, lalu menguranginya dengan kas: perusahaan dengan kapitalisasi pasar $500 juta, utang $120 juta, dan kas $40 juta memiliki EV sebesar 500 + 120 − 40 = $580 juta. Dibandingkan EBITDA $72,5 juta, kelipatan EV/EBITDA-nya 580 ÷ 72,5 = 8,0x, artinya bisnis itu dihargai setara delapan tahun EBITDA-nya saat ini. Imbal hasil EBITDA tersirat — kebalikannya — adalah 72,5 ÷ 580 = 12,5%.
- Nilai perusahaan = kapitalisasi pasar + utang − kas → $500 juta + $120 juta − $40 juta = $580 juta
- EV/EBITDA = EV ÷ EBITDA → $580 juta ÷ $72,5 juta = 8,0x
- P/E = harga saham ÷ EPS → $150 ÷ $6 = 25
- Imbal hasil laba = EPS ÷ harga saham → $6 ÷ $150 = 4%
Mengapa EV/EBITDA lebih disukai untuk perbandingan lintas struktur modal
EV/EBITDA populer dalam merger dan akuisisi serta saat membandingkan perusahaan padat modal atau berutang besar, karena kelipatan ini netral terhadap struktur modal: beban bunga tidak memengaruhi EBITDA, dan utang sudah termasuk dalam nilai perusahaan. Kelipatan ini juga menghindari perbedaan jadwal penyusutan dan tarif pajak yang mendistorsi perbandingan P/E, serta tetap bisa dipakai ketika laba bersih negatif tetapi EBITDA positif — P/E tidak terdefinisi untuk perusahaan yang merugi.
Namun EBITDA adalah ukuran non-GAAP — tidak didefinisikan standar akuntansi, dan U.S. Securities and Exchange Commission mewajibkan perusahaan yang menyajikannya untuk merekonsiliasinya ke angka GAAP terdekat. Analis perlu memastikan bagaimana sebuah perusahaan mendefinisikan EBITDA dan apakah angka “adjusted EBITDA” telah mengeluarkan biaya yang sebenarnya berulang, karena hal itu akan memoles kelipatannya secara semu.
Di mana masing-masing kelipatan kehilangan makna
Kedua kelipatan hanya bermakna relatif terhadap perusahaan sejenis dalam industri, riwayat perusahaan itu sendiri, serta profil pertumbuhan dan intensitas modalnya — tingkat lazim untuk kedua kelipatan berbeda secara konsisten antarindustri, sehingga perbandingan lintas industri umumnya menyesatkan. EBITDA sama sekali mengecualikan belanja modal, sehingga dua perusahaan dengan EV/EBITDA identik bisa memiliki arus kas bebas yang sangat berbeda jika salah satunya harus berinvestasi ulang besar-besaran demi merawat asetnya. Sementara itu EPS yang dilaporkan adalah angka akuntansi yang bisa terdistorsi oleh pos sekali jalan, pembelian kembali saham, dan pilihan kebijakan akuntansi dalam satu periode.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa arti EV/EBITDA sebesar 8?
EV/EBITDA 8,0x berarti nilai total bisnis — ekuitas ditambah utang, dikurangi kas — setara delapan tahun EBITDA-nya saat ini. Nilai perusahaan $580 juta berbanding EBITDA $72,5 juta menghasilkan kelipatan 8,0x, setara imbal hasil EBITDA 12,5%.
Apa arti rasio P/E sebesar 25?
P/E 25 berarti investor membayar $25 untuk setiap $1 laba per saham tahunan — misalnya harga saham $150 berbanding EPS $6. Imbal hasil laba yang setara adalah 4%.
Mengapa memakai EV/EBITDA alih-alih P/E?
EV/EBITDA membandingkan nilai seluruh bisnis dengan laba yang tersedia bagi semua penyedia modal, sehingga tidak terpengaruh besarnya utang perusahaan, perbedaan tarif pajak, atau perbedaan kebijakan penyusutan yang semuanya mendistorsi perbandingan P/E. Karena itu kelipatan ini sangat berguna untuk perusahaan berutang besar, padat modal, atau berdomisili di berbagai negara, dan tetap bisa dipakai ketika laba bersih negatif tetapi EBITDA positif.
Mengapa P/E tidak bisa dihitung untuk perusahaan yang merugi?
P/E membagi harga dengan laba per saham, dan ketika laba nol atau negatif rasionya menjadi tidak terdefinisi atau menghasilkan angka negatif tanpa tafsir valuasi yang bermakna. Untuk perusahaan yang merugi, analis biasanya beralih ke EV/EBITDA atau rasio harga terhadap penjualan.
Apakah EBITDA merupakan ukuran GAAP?
Bukan. EBITDA adalah ukuran keuangan non-GAAP yang tidak didefinisikan standar akuntansi, dan tiap perusahaan menghitungnya dengan cara berbeda-beda. SEC mewajibkan perusahaan yang menyajikan ukuran non-GAAP seperti EBITDA dalam laporannya untuk merekonsiliasinya ke ukuran GAAP yang paling sebanding secara langsung.
Referensi
- U.S. Securities and Exchange Commission. Non-GAAP financial measures — compliance and disclosure interpretations. sec.gov.
- CFA Institute. Market-Based Valuation: Price and Enterprise Value Multiples — CFA Program Curriculum. cfainstitute.org.
- Damodaran A. Price Earnings Ratios and Enterprise Value Multiples. New York University Stern School of Business. pages.stern.nyu.edu/~adamodar.
- Graham B, Dodd D. Security Analysis. McGraw-Hill (multiple editions since 1934).