Rumus IPK berbobot SKS
IPK dihitung sebagai jumlah mutu SKS setiap mata kuliah — yakni angka mutu dikalikan bobot SKS mata kuliah tersebut — dibagi total SKS yang diambil pada seluruh mata kuliah. Dalam bentuk rumus: IPK = jumlah(angka mutu x SKS) / jumlah(SKS). Pembobotan ini membuat mata kuliah berbobot SKS besar berpengaruh lebih kuat terhadap IPK akhir dibanding mata kuliah berbobot SKS kecil, sekalipun keduanya memperoleh nilai huruf yang sama persis.
Pembobotan SKS inilah yang membedakan IPK dari rata-rata nilai huruf biasa tanpa bobot. Satu nilai rendah pada mata kuliah 4 SKS menarik IPK ke bawah lebih jauh daripada nilai rendah yang sama pada seminar 1 SKS, karena perhitungan mutu SKS mengalikan nilai dengan bobot SKS sebelum apa pun dijumlahkan atau dibagi.
Tabel nilai huruf skala 4,0 yang baku
Tabel berikut memperlihatkan konversi angka mutu yang paling lazim dipakai perguruan tinggi di Amerika Serikat menurut konvensi skala 4,0, dengan nilai plus dan minus bergeser kira-kira 0,3 hingga 0,4 poin terhadap nilai huruf dasarnya.
| Nilai huruf | Angka mutu (konvensi umum AS) |
|---|---|
| A / A+ | 4,0 |
| A- | 3,7 |
| B+ | 3,3 |
| B | 3,0 |
| B- | 2,7 |
| C+ | 2,3 |
| C | 2,0 |
| D | 1,0 |
| F | 0,0 |
Contoh perhitungan: menghitung IPK dari lima mata kuliah
Tinjau lima mata kuliah dengan angka mutu 4,0, 3,7, 3,3, 4,0, dan 2,7, yang masing-masing berbobot 3, 4, 3, 2, dan 3 SKS. Langkah 1: hitung mutu SKS tiap mata kuliah dengan mengalikan angka mutu dan bobot SKS: 4,0 x 3 = 12,0; 3,7 x 4 = 14,8; 3,3 x 3 = 9,9; 4,0 x 2 = 8,0; 2,7 x 3 = 8,1.
Langkah 2: jumlahkan mutu SKS-nya: 12,0 + 14,8 + 9,9 + 8,0 + 8,1 = 52,8. Langkah 3: jumlahkan SKS-nya: 3 + 4 + 3 + 2 + 3 = 15. Langkah 4: bagi total mutu SKS dengan total SKS: IPK = 52,8 / 15 = 3,52. Perhatikan bahwa rata-rata biasa tanpa bobot atas kelima angka mutu yang sama akan memberi (4,0 + 3,7 + 3,3 + 4,0 + 2,7) / 5 = 17,7 / 5 = 3,54 — dekat, tetapi tidak identik dengan hasil berbobot SKS yang benar, yaitu 3,52, sehingga contoh kecil ini pun sudah memperlihatkan mengapa pembobotan SKS penting.
Mengapa skala dan konvensi pembobotan IPK berbeda antar institusi
Skala 4,0 dengan A = 4,0 dan selisih plus/minus kira-kira sepertiga poin memang konvensi yang luas dipakai di Amerika Serikat, tetapi ia bukan aturan universal. Sebagian institusi memakai skala 4,3 yang memberi 4,3 angka mutu untuk A+ alih-alih membatasinya di 4,0; sebagian lain sama sekali tidak memakai penilaian plus dan minus, dan hanya memberi nilai bulat untuk A, B, C, D, dan F. Sekolah menengah kerap menambahkan jalur berbobot yang memberi angka mutu ekstra — umumnya pada skala 5,0 — untuk kelas honors atau Advanced Placement, sebagai cerminan tingkat kesulitannya yang lebih tinggi dibanding kelas biasa.
Institusi di luar Amerika Serikat kerap memakai sistem yang sama sekali berbeda, termasuk nilai persentase langsung, skala numerik dengan nilai maksimum berlainan, atau sistem klasifikasi yang sama sekali tidak dapat dipetakan ke IPK skala 4,0. Karena setiap konvensi itu ditetapkan sendiri oleh institusi penerbitnya, tidak ada satu rumus universal untuk mengubah persentase atau nilai huruf menjadi angka mutu — aritmetika pembobotan SKS-nya (mutu SKS dibagi total SKS) memang tetap sama, tetapi angka mutu yang dimasukkan ke dalamnya sepenuhnya bergantung pada skala institusi mana yang dipakai.
IPK kumulatif versus IPK semester
IPK semester menerapkan rumus berbobot SKS hanya pada mata kuliah yang diambil pada semester tersebut. IPK kumulatif menerapkan rumus yang persis sama pada seluruh mata kuliah yang pernah diambil, memakai total mutu SKS sepanjang studi dibagi total SKS yang pernah diambil. Karena beban SKS lazimnya berbeda dari semester ke semester, IPK kumulatif umumnya bukan rata-rata sederhana dari IPK tiap semester — ia harus dihitung ulang dari akumulasi mutu SKS dan SKS, bukan dirata-ratakan dari angka semester yang sudah dilaporkan sebelumnya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana IPK dihitung?
Ubah setiap nilai mata kuliah menjadi angka mutu memakai skala penilaian yang berlaku, kalikan angka mutu tiap mata kuliah dengan bobot SKS-nya untuk memperoleh mutu SKS, jumlahkan mutu SKS seluruh mata kuliah, lalu bagi dengan total SKS yang diambil. Contohnya, 52,8 total mutu SKS atas 15 total SKS memberi IPK sebesar 52,8 / 15 = 3,52.
Apa itu mutu SKS dalam perhitungan IPK?
Mutu SKS adalah hasil kali angka mutu sebuah mata kuliah dengan bobot SKS-nya — misalnya nilai A (4,0 angka mutu) pada mata kuliah 3 SKS menghasilkan 4,0 x 3 = 12,0 mutu SKS. IPK adalah jumlah mutu SKS seluruh mata kuliah dibagi jumlah SKS, dan karena itulah mutu SKS kadang digambarkan sebagai sumbangan berbobot SKS dari satu mata kuliah terhadap rata-rata keseluruhan.
Mengapa skala IPK berbeda antar sekolah?
Setiap institusi menetapkan kebijakan penilaiannya sendiri, termasuk apakah memakai penilaian plus/minus, apakah A+ dibatasi 4,0 atau diberi 4,3, dan apakah kelas honors atau AP memperoleh bobot tambahan (umumnya sampai 5,0). Institusi di luar AS kerap memakai nilai persentase atau sistem numerik lain yang tidak dapat dipetakan langsung ke IPK skala 4,0. Aritmetika berbobot SKS-nya sama di mana pun; yang berubah hanyalah angka mutu yang dilekatkan pada tiap nilai huruf.
Apakah IPK sama dengan rata-rata biasa dari nilai huruf?
Tidak. IPK membobot setiap nilai menurut bobot SKS mata kuliah yang menghasilkannya, sedangkan rata-rata biasa memperlakukan semua nilai setara tanpa memandang beban SKS. Pada contoh perhitungan di atas, IPK berbobot SKS-nya 3,52, sedangkan rata-rata biasa tanpa bobot atas kelima angka mutu yang sama adalah 3,54 — selisih kecil tetapi nyata, yang sepenuhnya lahir dari perbedaan bobot SKS kelima mata kuliah itu.
Apa beda IPK kumulatif dan IPK satu semester?
IPK semester hanya memakai mutu SKS dan SKS dari mata kuliah semester tersebut. IPK kumulatif memakai akumulasi mutu SKS dan SKS dari seluruh semester yang telah dijalani. Karena beban SKS biasanya berbeda antar semester, IPK kumulatif umumnya bukan rata-rata biasa dari IPK semester yang pernah dilaporkan, dan harus dihitung ulang dari total sepanjang studi.
Referensi
- College Board. How to Convert Your GPA to a 4.0 Scale. collegeboard.org.
- Standard US registrar convention: credit-weighted grade point average (quality points / credit hours), as published in university academic catalogs.
- National Center for Education Statistics (NCES). Digest of Education Statistics — grading and GPA conventions. nces.ed.gov.