CCalculate.Studio
automotive · 7 min · Terakhir ditinjau: 2026-07-07

MPG vs L/100 km: Perbandingan Satuan Efisiensi Bahan Bakar

TL;DRLiter per 100 kilometer (L/100 km) adalah ukuran linear atas bahan bakar yang terpakai pada jarak tetap, sehingga angka yang lebih kecil selalu lebih baik dan selisih yang sama besar berarti penghematan yang sama besar pula. Sebaliknya, miles per gallon (MPG, mil per galon) adalah ukuran terbalik berupa jarak tempuh per jumlah bahan bakar tetap, sehingga angka yang lebih besar berarti lebih baik, tetapi selisih MPG yang sama besar tidak mewakili penghematan bahan bakar yang sama. Konversi antara keduanya bukan perkalian sederhana karena yang satu adalah laju konsumsi dan yang lain laju jarak-per-bahan-bakar. Konversi tepatnya memakai definisi galon dan mil: mobil dengan konsumsi 7,31 L/100 km setara sekitar 32,2 mil per galon AS atau sekitar 38,7 mil per galon Inggris. Galon AS (3,785411784 liter) dan galon imperial Inggris (4,54609 liter) berbeda ukuran, dan itulah sebabnya efisiensi bahan bakar nyata yang sama bisa menghasilkan dua angka MPG yang berbeda tergantung galon negara mana yang dipakai.

Dua cara berbeda untuk mengukur hal yang sama

L/100 km dan MPG sama-sama menggambarkan seberapa efisien sebuah kendaraan memakai bahan bakar, hanya saja arah pengukurannya berlawanan. L/100 km menanyakan berapa banyak bahan bakar yang habis untuk menempuh jarak tetap, jadi ia adalah laju konsumsi bahan bakar -- angka lebih kecil berarti bahan bakar yang terbakar lebih sedikit sehingga efisiensinya lebih baik. MPG menanyakan seberapa jauh kendaraan melaju dengan jumlah bahan bakar tetap, jadi ia adalah laju jarak-per-bahan-bakar -- angka lebih besar berarti jarak tempuh per galon lebih panjang sehingga efisiensinya lebih baik.

Karena L/100 km dan MPG memandang hubungan jarak dan bahan bakar dari dua ujung yang berlawanan, keduanya merupakan kebalikan (resiprokal) matematis satu sama lain, bukan skala yang sama yang sekadar dibaca dalam satuan lain. Itulah sebabnya kalkulator atau lembar kerja tidak bisa begitu saja mengalikan angka MPG dengan faktor tetap untuk mendapatkan L/100 km -- konversi yang benar menuntut pembagian sebuah konstanta dengan nilai tersebut, bukan perkalian.

Mengapa kedua satuan ini tidak bisa dikonversi secara linear

Karena MPG adalah kebalikan dari laju konsumsi, peningkatan MPG yang sama besar tidak mewakili penghematan bahan bakar yang sama besar. Sebaliknya juga berlaku: perbaikan L/100 km yang sama besar selalu berarti penghematan bahan bakar yang sama untuk setiap 100 km yang ditempuh, berapa pun titik awalnya. Memperbaiki konsumsi dari 10 L/100 km menjadi 8 L/100 km menghemat persis 2 liter per 100 km, sama persis dengan perbaikan dari 6 L/100 km ke 4 L/100 km, padahal kedua perubahan itu tampak sangat berbeda jika dinyatakan dalam MPG.

Hubungan resiprokal ini kadang disebut “ilusi MPG” dalam literatur psikologi konsumen: karena skala MPG berubah secara tidak merata terhadap konsumsi bahan bakar yang sebenarnya, orang cenderung meremehkan penghematan dari mengganti kendaraan ber-MPG rendah dan justru melebih-lebihkan penghematan dari mengganti kendaraan ber-MPG tinggi yang sudah irit. Larrick dan Soll (2008), yang terbit di jurnal Science, membuktikan efek ini secara eksperimental dan berargumen bahwa metrik konsumsi linear seperti L/100 km (atau galon per 100 mil) menyampaikan perbandingan penghematan bahan bakar secara lebih akurat daripada MPG.

Konstanta galon dan mil yang tepat

Mengonversi L/100 km ke MPG memerlukan dua definisi pasti: ukuran satu galon dan panjang satu mil. Satu galon AS didefinisikan tepat 3,785411784 liter, sedangkan galon imperial Inggris didefinisikan tepat 4,54609 liter -- sekitar 20% lebih besar daripada galon AS. Kedua negara memakai mil yang sama, yaitu tepat 1,609344 kilometer, sehingga mil bukanlah sumber perbedaan antara angka MPG AS dan Inggris; galonlah penyebabnya.

Menggabungkan konstanta-konstanta ini menghasilkan konversi langsung: MPG (AS) kira-kira 235,215 dibagi angka L/100 km, sedangkan MPG (Inggris) kira-kira 282,481 dibagi angka L/100 km. Konstanta itu sendiri diturunkan dari definisi galon dan mil (100 x liter-per-galon, dibagi kilometer-per-mil), sehingga ketelitiannya mengikuti definisi satuan yang mendasarinya, bukan sekadar pembulatan yang dibuat sendiri.

Contoh perhitungan: mengonversi 7,31 L/100 km

Bayangkan sebuah kendaraan yang menghabiskan 38 liter bahan bakar untuk menempuh 520 km, yaitu efisiensi bahan bakar nyata sebesar (38 ÷ 520) × 100 ≈ 7,31 L/100 km, setara dengan 520 ÷ 38 ≈ 13,68 km/L. Untuk mengonversinya ke mil per galon AS: bagi km/L dengan 1,609344 agar diperoleh mil per liter (13,68 ÷ 1,609344 ≈ 8,50), lalu kalikan dengan 3,785411784 liter isi galon AS sehingga hasilnya sekitar 32,2 mil per galon AS.

Mengonversi efisiensi bahan bakar nyata yang sama ke galon Inggris memakai angka mil-per-liter yang identik (8,50), hanya saja dikalikan dengan 4,54609 liter isi galon Inggris, sehingga diperoleh sekitar 38,7 mil per galon Inggris. Kedua angka MPG itu menggambarkan mobil yang persis sama, dengan jumlah bahan bakar yang persis sama, pada jarak yang persis sama -- satu-satunya yang berubah adalah galon negara mana yang dipakai sebagai satuan volume bahan bakar.

Hubungan resiprokal dalam angka

Tabel di bawah ini menerapkan konstanta konversi langsung pada sederet nilai L/100 km, lalu menampilkan angka MPG (AS) dan MPG (Inggris) yang bersesuaian. Jika kolom L/100 km dibaca ke bawah dengan langkah tetap 2 satuan, kolom MPG tidak turun dengan langkah yang sama -- penurunannya justru makin lama makin kecil, dan itulah tanda kasatmata bahwa hubungannya bersifat resiprokal (terbalik), bukan linear.

L/100 kmMPG (AS)MPG (Inggris)
4,0058,8070,62
6,0039,2047,08
8,0029,4035,31
10,0023,5228,25
12,0019,6023,54

Mengapa mobil yang sama punya angka MPG berbeda di AS dan Inggris

Kendaraan yang dijual baik di Amerika Serikat maupun Britania Raya dengan efisiensi bahan bakar nyata yang identik akan tercatat memiliki angka MPG lebih tinggi di sumber Inggris dibandingkan sumber AS, semata-mata karena perbedaan ukuran galon. Karena galon imperial Inggris memuat sekitar 20% lebih banyak bahan bakar daripada galon AS, satu galon Inggris membawa kendaraan kira-kira 20% lebih jauh, sehingga angka mil-per-galonnya lebih besar untuk efisiensi bahan bakar yang sebenarnya persis sama.

Ini kerap menjadi sumber kebingungan ketika angka efisiensi bahan bakar dari publikasi Amerika dibandingkan dengan angka dari publikasi Inggris atau negara Persemakmuran untuk kendaraan yang tampaknya sama: perbedaannya bukan ketidaksesuaian performa nyata mobil tersebut, melainkan perbedaan definisi galon yang dipakai untuk menyatakan hasil nyata yang sama.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya MPG dan L/100 km?

MPG (mil per galon) mengukur seberapa jauh kendaraan melaju dengan jumlah bahan bakar tetap, sehingga angka lebih besar berarti efisiensi bahan bakar lebih baik. L/100 km (liter per 100 kilometer) mengukur berapa banyak bahan bakar yang habis untuk menempuh jarak tetap, sehingga angka lebih kecil berarti efisiensi lebih baik. Keduanya merupakan kebalikan matematis satu sama lain, bukan skala yang sama yang dinyatakan dalam satuan berbeda.

Mengapa MPG tidak bisa dikonversi ke L/100 km dengan perkalian sederhana?

Karena MPG dan L/100 km memandang hubungan bahan bakar dan jarak dari arah berlawanan -- yang satu jarak per bahan bakar, yang lain bahan bakar per jarak -- konversinya menuntut pembagian sebuah konstanta dengan nilai tersebut, bukan perkalian dengan faktor tetap. Konstantanya kira-kira 235,215 untuk MPG (AS) ke L/100 km, atau 282,481 untuk MPG (Inggris) ke L/100 km, keduanya diturunkan dari definisi galon dan mil yang pasti.

Berapa L/100 km untuk 30 MPG (AS)?

Sekitar 7,84 L/100 km. Dengan konversi langsung, L/100 km = 235,215 ÷ MPG (AS), sehingga 235,215 ÷ 30 ≈ 7,84 L/100 km. Angka 30 MPG (AS) yang sama, seandainya diukur memakai galon Inggris, akan bersesuaian dengan nilai L/100 km yang berbeda dan lebih rendah karena galon Inggris lebih besar.

Mengapa MPG Inggris selalu lebih tinggi daripada MPG AS untuk mobil yang sama?

Karena galon imperial Inggris didefinisikan sebesar 4,54609 liter, sekitar 20% lebih besar daripada galon AS yang 3,785411784 liter, sedangkan kedua negara memakai mil yang identik (1,609344 km). Galon yang lebih besar membawa kendaraan lebih jauh, sehingga untuk efisiensi bahan bakar nyata yang persis sama, galon Inggris menghasilkan angka mil-per-galon yang secara numerik lebih tinggi daripada galon AS.

Apa yang dimaksud dengan “ilusi MPG”?

Ilusi MPG, yang dipaparkan Larrick dan Soll dalam makalah Science tahun 2008, adalah kecenderungan salah menilai penghematan bahan bakar saat membandingkan kendaraan memakai MPG, karena MPG adalah skala resiprokal (terbalik), bukan linear. Peningkatan MPG yang sama besar mewakili penghematan bahan bakar yang sangat berbeda tergantung tingkat efisiensi awalnya, sehingga para peneliti berpendapat metrik linear seperti L/100 km atau galon-per-100-mil menjadi dasar perbandingan yang lebih jernih untuk keputusan penghematan bahan bakar.

Definisi galon mana yang dipakai dalam konversi efisiensi bahan bakar?

Satu galon AS didefinisikan tepat 3,785411784 liter. Galon imperial Inggris, yang ditetapkan dalam UK Weights and Measures Act, adalah tepat 4,54609 liter -- sekitar 20% lebih besar. AS dan Inggris sama-sama memakai mil yang sama, yaitu tepat 1,609344 kilometer, sehingga ukuran galon adalah satu-satunya sumber perbedaan antara angka MPG AS dan Inggris untuk efisiensi bahan bakar nyata yang identik.

Referensi

  1. National Institute of Standards and Technology (NIST) -- standard unit conversion factors, including the US gallon (3.785411784 L) and the mile (1.609344 km). nist.gov.
  2. UK Weights and Measures Act 1985 -- statutory definition of the imperial gallon (4.54609 L).
  3. US Environmental Protection Agency -- Fuel Economy and MPG testing/label information. fueleconomy.gov.
  4. Larrick RP, Soll JB. "The MPG Illusion." Science, 2008;320(5883):1593-1594.

Kalkulator terkait

🧩 Tambahkan kalkulator ke situs Anda — gratis. Widgets →