CCalculate.Studio
finance · 9 min · Terakhir ditinjau: 2026-07-07

Berapa Dana Pensiun yang Saya Butuhkan? Aturan 4%, Trinity Study, dan Patokan 25x

TL;DRAturan 4%, yang bersandar pada analisis historis William Bengen tahun 1994, menyarankan penarikan 4% dari nilai awal portofolio pensiun pada tahun pertama, lalu menyesuaikan nominal itu dengan inflasi setiap tahun berikutnya; secara historis pola ini punya peluang besar bertahan setidaknya 30 tahun. Patokan 25x yang terkait menyatakan bahwa portofolio pensiun sebesar kira-kira 25 kali pengeluaran tahunan sanggup menopang tingkat penarikan 4%, sebab 1 dibagi 0,04 sama dengan 25. Keduanya adalah pendekatan historis dengan keterbatasan yang terdokumentasi baik, terutama menyangkut risiko urutan imbal hasil dan kondisi pasar khas periode yang diteliti.

Aturan 4%: riset asli Bengen

Perencana keuangan William Bengen menerbitkan “Determining Withdrawal Rates Using Historical Data” di Journal of Financial Planning pada 1994, menelaah imbal hasil historis saham dan obligasi Amerika Serikat untuk menentukan berapa persen portofolio pensiun yang bisa ditarik setiap tahun, disesuaikan inflasi, tanpa kehabisan dana selama 30 tahun masa pensiun. Bengen menemukan bahwa, bahkan pada titik awal terburuk dalam kumpulan datanya -- termasuk pensiun yang dimulai tepat sebelum krisis pasar besar -- tingkat penarikan awal sekitar 4% sampai 4,5% dari nilai awal portofolio, diikuti penarikan nominal yang sama dan disesuaikan inflasi pada tahun-tahun berikutnya, tidak menghabiskan portofolio dalam 30 tahun.

Analisis Bengen mengasumsikan alokasi portofolio 50% sampai 75% pada saham Amerika Serikat dan sisanya pada obligasi pemerintah AS bertenor menengah, serta memodelkan imbal hasil historis alih-alih memproyeksikan imbal hasil masa depan. Dalam makalah lanjutan tahun 1996, “Asset Allocation for a Lifetime”, yang juga terbit di Journal of Financial Planning, Bengen menelaah lebih jauh bagaimana beragam komposisi saham dan obligasi memengaruhi keberlanjutan tingkat penarikan pada berbagai tanggal awal pensiun.

Trinity Study: konfirmasi yang independen

Pada 1998, guru besar keuangan Philip Cooley, Carl Hubbard dan Daniel Walz, yang saat itu mengajar di Trinity University, Texas, menerbitkan “Retirement Savings: Choosing a Withdrawal Rate That Is Sustainable” di AAII Journal, menelaah pertanyaan serupa memakai imbal hasil historis sejak 1926 pada berbagai komposisi saham-obligasi dan berbagai tingkat penarikan. Analisis mereka -- yang kemudian populer dengan sebutan Trinity Study -- melaporkan bahwa tingkat penarikan awal 4%, disesuaikan inflasi setiap tahun, memiliki tingkat keberhasilan historis, yaitu portofolio bertahan selama 30 tahun, mendekati 95% atau lebih pada sebagian besar komposisi saham dan obligasi yang mereka uji, berdasarkan data pasar AS yang tersedia saat itu.

Trinity Study kerap dikutip berdampingan dengan riset Bengen karena keduanya menyasar pertanyaan dasar yang sama -- tingkat penarikan berapa yang secara historis berkelanjutan -- dengan metodologi independen dan cakupan alokasi portofolio yang lebih luas. Kedua kelompok riset itu berpijak pada imbal hasil pasar AS abad ke-20, sehingga kesimpulannya menggambarkan apa yang berhasil dalam kumpulan data historis tersebut, bukan hasil yang dijamin bagi masa pensiun siapa pun di masa depan.

Patokan 25x: mengubah tingkat penarikan menjadi target tabungan

Patokan 25x menyatakan bahwa portofolio pensiun sekitar 25 kali pengeluaran tahunan yang direncanakan sanggup menopang tingkat penarikan awal 4%, karena 1 dibagi 0,04 sama dengan tepat 25. Sebagai contoh, seorang pensiunan yang berencana menarik $40.000 pada tahun pertama pensiun, menurut patokan ini, perlu menargetkan portofolio awal sekitar $40.000 x 25 = $1.000.000. Patokan tersebut sesungguhnya hanyalah penulisan ulang matematis dari aturan 4%, bukan temuan yang diturunkan secara terpisah, dan lazim dipakai dalam pembahasan perencanaan pensiun karena menerjemahkan persentase penarikan menjadi target tabungan yang konkret.

Tabel di bawah ini menampilkan ukuran portofolio yang tersirat dari patokan 25x untuk beberapa tingkat pengeluaran tahunan, berikut tingkat penarikan awal 4% yang menjadi dasar setiap angkanya.

Pengeluaran tahunanTarget portofolio 25x (tingkat penarikan 4%)
$30.000$750.000
$40.000$1.000.000
$60.000$1.500.000
$80.000$2.000.000
$100.000$2.500.000

Risiko urutan imbal hasil

Risiko urutan imbal hasil menggambarkan risiko bahwa urutan kemunculan imbal hasil investasi -- bukan sekadar rata-rata jangka panjangnya -- ikut menentukan berapa lama portofolio bertahan setelah penarikan dimulai. Pensiunan yang mengalami imbal hasil buruk pada beberapa tahun pertama masa pensiun, sementara ia terus menarik dana, dapat menguras portofolionya jauh lebih cepat daripada pensiunan dengan rata-rata imbal hasil sama tetapi urutan yang lebih menguntungkan, sebab kerugian di awal yang berbarengan dengan penarikan menyisakan modal lebih sedikit untuk menikmati pemulihan pasar berikutnya.

Pfau dan Kitces (2014), dalam “Reducing Retirement Risk with a Rising Equity Glide-Path” di Journal of Financial Planning, menelaah sejumlah strategi -- termasuk menyesuaikan porsi saham sepanjang masa pensiun -- yang dimaksudkan meredam dampak urutan imbal hasil yang buruk di awal pensiun. Risiko urutan imbal hasil adalah alasan utama mengapa aturan 4% dan hasil Trinity Study disebut sebagai tingkat keberhasilan historis, bukan jaminan: keduanya menggambarkan bagaimana strategi penarikan tetap akan bekerja terhadap urutan imbal hasil yang benar-benar pernah terjadi, termasuk beberapa urutan terburuk yang pernah tercatat.

Kritik dan keterbatasan aturan 4%

Finke, Pfau dan Blanchett (2013) menerbitkan “The 4 Percent Rule Is Not Safe in a Low-Yield World” di Journal of Financial Planning, dengan argumen bahwa imbal hasil obligasi historis yang mendasari analisis awal Bengen dan Trinity Study rata-rata lebih tinggi daripada imbal hasil yang tersedia pada periode yang mereka teliti, sehingga imbal hasil obligasi awal yang rendah dapat menurunkan tingkat keberhasilan historis penarikan 4% bagi masa pensiun yang dimulai dalam lingkungan berimbal hasil rendah. Riset ini menggambarkan kritik yang lebih luas: penelitian tingkat penarikan berbasis data historis mencerminkan imbal hasil, inflasi dan kondisi pasar pada periode yang diteliti, sedangkan kondisi pasar ke depan -- termasuk suku bunga, valuasi dan inflasi -- bisa berbeda dari catatan historis itu.

Keterbatasan lain yang lazim diangkat dalam literatur perencanaan pensiun antara lain: studi aslinya memakai horizon pensiun tetap 30 tahun, yang bisa terlalu pendek bagi orang yang pensiun lebih dini atau terlalu panjang bagi yang pensiun belakangan; studi tersebut mengasumsikan alokasi aset statis alih-alih pendekatan belanja dinamis yang menyesuaikan penarikan mengikuti kinerja portofolio; dan studi itu tidak memperhitungkan biaya, pajak, maupun efek jaminan sosial atau pensiun bulanan yang dalam rencana pensiun biasanya menumpuk di atas penarikan portofolio.

Memakai kerangka ini sebagai titik awal

Aturan 4%, Trinity Study dan patokan 25x banyak dipakai sebagai titik awal untuk memperkirakan target tabungan pensiun, bukan sebagai rumus yang dijamin. Ketiganya memberi estimasi pada tingkat orde besaran berdasarkan data pasar AS yang mencakup periode historis tertentu dan terbatas, dan masing-masing sangat bergantung pada asumsi soal alokasi aset, horizon waktu serta definisi “berhasil”, yang biasanya berarti saldo portofolio nol atau lebih di akhir periode yang dimodelkan.

Riset perencanaan pensiun setelah studi-studi awal itu mengusulkan pendekatan alternatif, termasuk strategi penarikan variabel yang menyesuaikan belanja mengikuti kinerja portofolio serta pendekatan guardrail yang menaikkan atau menurunkan penarikan ketika portofolio tumbuh lebih cepat atau lebih lambat dari perkiraan. Pendekatan dinamis semacam itu umumnya dimaksudkan mengatasi kekakuan tingkat penarikan awal 4% yang tetap, meski membawa kerumitan tersendiri dan menuntut kesediaan pensiunan menyesuaikan belanja sesuai kondisi pasar.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu aturan 4% untuk dana pensiun?

Aturan 4%, yang bersandar pada riset William Bengen tahun 1994 di Journal of Financial Planning, menyarankan penarikan 4% dari nilai portofolio pensiun pada tahun pertama pensiun, lalu menyesuaikan nominal itu dengan inflasi pada setiap tahun berikutnya. Analisis historis Bengen menemukan pendekatan ini tidak menghabiskan portofolio dalam 30 tahun pada sebagian besar titik awal pasar AS yang ia teliti, termasuk beberapa periode terburuk bagi pensiunan. Ini adalah pendekatan historis, bukan jaminan bagi masa pensiun tertentu di masa depan.

Apa itu Trinity Study?

Trinity Study merujuk pada makalah tahun 1998 berjudul “Retirement Savings: Choosing a Withdrawal Rate That Is Sustainable” karya guru besar keuangan Philip Cooley, Carl Hubbard dan Daniel Walz dari Trinity University, yang terbit di AAII Journal. Studi ini secara independen menelaah data pasar AS sejak 1926 dan menemukan bahwa tingkat penarikan awal 4%, disesuaikan inflasi setiap tahun, memiliki tingkat keberhasilan historis mendekati 95% atau lebih pada periode 30 tahun untuk sebagian besar alokasi portofolio yang diuji, sehingga secara garis besar mendukung temuan Bengen sebelumnya.

Apa arti aturan 25x bagi tabungan pensiun?

Aturan 25x menyatakan bahwa portofolio pensiun senilai kira-kira 25 kali pengeluaran tahunan yang direncanakan sanggup menopang tingkat penarikan awal 4%, sebab 1 dibagi 0,04 sama dengan 25. Sebagai contoh, orang yang berencana membelanjakan $50.000 pada tahun pertama pensiun akan menargetkan portofolio sekitar $1.250.000 menurut patokan ini. Angka tersebut merupakan penulisan ulang matematis langsung dari tingkat penarikan 4%, bukan temuan yang diturunkan secara terpisah.

Apa itu risiko urutan imbal hasil?

Risiko urutan imbal hasil adalah risiko bahwa urutan kemunculan imbal hasil investasi, bukan sekadar rata-rata jangka panjangnya, memengaruhi berapa lama portofolio bertahan setelah penarikan rutin dimulai. Pensiunan yang mengalami imbal hasil buruk pada tahun-tahun awal pensiun -- sembari terus menarik dana -- bisa menguras portofolionya lebih cepat daripada orang dengan rata-rata imbal hasil sama namun urutan yang lebih menguntungkan, karena kerugian awal yang berbarengan dengan penarikan menyisakan modal lebih sedikit untuk menikmati pemulihan. Inilah alasan pokok riset tingkat penarikan selalu dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan historis, bukan jaminan.

Apakah aturan 4% masih dianggap andal?

Aturan 4% tetap menjadi rujukan yang luas dipakai, tetapi terus menjadi bahan perdebatan. Finke, Pfau dan Blanchett (2013) di Journal of Financial Planning berargumen bahwa imbal hasil obligasi yang lebih rendah dibandingkan kumpulan data historis asli Bengen dapat menurunkan tingkat keberhasilan historis penarikan 4% pada sebagian periode pensiun mendatang. Riset berikutnya mengusulkan strategi penarikan dinamis dan variabel sebagai alternatif bagi tingkat tetap 4%. Kini kebanyakan pembahasan perencanaan pensiun memperlakukan aturan 4% dan patokan 25x sebagai estimasi awal yang perlu disesuaikan dengan keadaan masing-masing, bukan target yang kaku.

Referensi

  1. Bengen WP. "Determining Withdrawal Rates Using Historical Data." Journal of Financial Planning, 1994;7(4):171-180.
  2. Bengen WP. "Asset Allocation for a Lifetime." Journal of Financial Planning, 1996;9(4):58-67.
  3. Cooley PL, Hubbard CM, Walz DT. "Retirement Savings: Choosing a Withdrawal Rate That Is Sustainable." AAII Journal, 1998;10(3):16-21.
  4. Finke MS, Pfau WD, Blanchett D. "The 4 Percent Rule Is Not Safe in a Low-Yield World." Journal of Financial Planning, 2013;26(6):46-55.
  5. Pfau WD, Kitces ME. "Reducing Retirement Risk with a Rising Equity Glide-Path." Journal of Financial Planning, 2014;27(1):38-45.

Kalkulator terkait

🧩 Tambahkan kalkulator ke situs Anda — gratis. Widgets →