CCalculate.Studio
fertility · 7 min · Terakhir ditinjau: 2026-07-07

Bagaimana Hari Perkiraan Lahir Dihitung?

TL;DRHari perkiraan lahir (HPL) paling sering diperkirakan dengan aturan Naegele, yaitu menambahkan 280 hari pada hari pertama haid terakhir (HPHT). Bila HPHT tidak pasti atau panjang siklus tidak teratur, USG trimester pertama memberi perkiraan yang lebih akurat. Karena usia kehamilan hanyalah perkiraan, hanya sebagian kecil kelahiran yang benar-benar terjadi tepat pada tanggal tersebut; ACOG pun menyebutnya sebagai estimated date of delivery (EDD), alias tanggal perkiraan persalinan.

Aturan Naegele: patokan berbasis HPHT

Metode yang paling luas dipakai untuk memperkirakan hari perkiraan lahir adalah aturan Naegele, dinamai menurut dokter kandungan Jerman abad ke-19, Franz Karl Naegele. Aturan ini menambahkan 280 hari (40 minggu) pada hari pertama haid terakhir (HPHT). Angka 280 hari itu mewakili rata-rata lama kehamilan selama 40 minggu yang dihitung dari HPHT, yang dengan sendirinya jatuh sekitar 14 hari sebelum ovulasi pada siklus 28 hari. Hasilnya disebut tanggal perkiraan persalinan atau estimated date of delivery (EDD).

Karena aturan Naegele mengandaikan siklus 28 hari dengan ovulasi pada hari ke-14, kalkulator biasanya menerapkan koreksi panjang siklus: setiap satu hari kelebihan di atas 28 hari menambah satu hari pada EDD, sedangkan setiap satu hari kekurangan menguranginya satu hari. Penyesuaian ini membantu mendekatkan perkiraan berbasis HPHT dengan peristiwa biologis konsepsi yang sebenarnya.

ACOG Committee Opinion 700 (2017) menempatkan aturan Naegele sebagai titik awal penentuan usia kehamilan, sekaligus mencatat bahwa pengukuran USG — terutama pada trimester pertama — lebih presisi ketika ada keraguan soal tanggal HPHT atau keteraturan siklus.

Metode penanggalanData yang dipakaiHari ditambahkanDasar perhitungan
Aturan Naegele (HPHT, siklus 28 hari)Hari pertama haid terakhir280Rata-rata lama kehamilan dihitung dari HPHT
Penanggalan konsepsiTanggal konsepsi yang diketahui atau diperkirakan266Rata-rata masa perkembangan embrio
Transfer IVF hari ke-3Tanggal transfer embrio263Usia kehamilan saat transfer = 17 hari
Transfer IVF hari ke-5 (blastokista)Tanggal transfer embrio261Usia kehamilan saat transfer = 19 hari

Penanggalan konsepsi: ketika tanggal pembuahan diketahui

Bila seseorang mengetahui kira-kira kapan konsepsi terjadi — misalnya karena ia memantau ovulasi dengan tes LH atau suhu basal tubuh — EDD dapat diperkirakan dengan menambahkan 266 hari. Angka ini mencerminkan rata-rata lama perkembangan embrio dan janin manusia sejak pembuahan hingga kelahiran. Nilainya setara dengan perkiraan 280 hari versi Naegele dikurangi kurang lebih 14 hari jarak antara HPHT dan ovulasi pada siklus standar.

Penanggalan konsepsi juga dipakai ketika HPHT tidak diketahui, misalnya setelah periode siklus yang tidak teratur atau ketika seseorang memang tidak mencatat siklusnya. Dalam situasi seperti ini, klinisi umumnya akan mengonfirmasi atau merevisi perkiraan tersebut lewat pengukuran panjang kepala-bokong (crown-rump length, CRL) dengan USG pada trimester pertama.

Penanggalan IVF: transfer embrio hari ke-3 dan hari ke-5

Pada kehamilan hasil bayi tabung (in vitro fertilization, IVF), tanggal transfer embrio diketahui secara persis sehingga perhitungan usia kehamilan menjadi lebih sederhana. Untuk transfer hari ke-3, embrio dianggap sudah berumur 17 hari setara-HPHT (14 hari menuju ovulasi ditambah 3 hari perkembangan di laboratorium), sehingga 263 hari ditambahkan pada tanggal transfer untuk memperkirakan EDD. Untuk transfer blastokista hari ke-5, 19 hari dikurangkan dari patokan 280 hari sehingga tersisa 261 hari yang ditambahkan pada tanggal transfer.

Selisih khusus IVF ini sejalan dengan konvensi penanggalan yang diuraikan dalam ACOG Committee Opinion 700 dan dipakai oleh sebagian besar klinik fertilitas. Dokter kandungan atau endokrinolog reproduksi akan memastikan usia kehamilan pada USG obstetri pertama, yang biasanya dilakukan sekitar usia 8–10 minggu.

USG trimester pertama: alat penanggalan paling akurat

ACOG Committee Opinion 700 menyatakan bahwa pengukuran panjang kepala-bokong embrio (CRL) melalui USG antara kira-kira usia 8 minggu 0 hari sampai 13 minggu 6 hari adalah metode paling akurat untuk memastikan atau merevisi usia kehamilan. Pada tahap ini, CRL dapat memperkirakan usia kehamilan dengan selisih sekitar plus minus 5–7 hari. Setelah 14 minggu, pengukuran diameter biparietal (BPD) dan biometri janin lainnya menjadi kurang presisi, dan akurasinya terus menurun seiring bertambahnya usia kehamilan.

Ketika EDD hasil USG berbeda dari EDD berbasis HPHT melampaui ambang yang ditetapkan pedoman ACOG (5–7 hari pada trimester pertama, dengan ambang yang lebih longgar pada trimester kedua dan ketiga), ACOG menganjurkan penanggalan ulang kehamilan berdasarkan perkiraan USG. Praktik ini menekan risiko tindakan yang sebenarnya tidak perlu akibat kehamilan yang terkesan lewat waktu.

Mengapa bayi jarang lahir tepat pada hari perkiraan lahir

EDD adalah perkiraan, bukan ramalan. Data kohort yang telah dipublikasikan menunjukkan bahwa awal persalinan spontan tersebar dalam rentang beberapa minggu di sekitar HPL, dan hanya sebagian kecil kelahiran yang terjadi persis pada tanggal yang diperkirakan. ACOG memakai istilah “aterm penuh” untuk persalinan antara 39 minggu 0 hari dan 40 minggu 6 hari, serta mengakui bahwa kehamilan normal tanpa penyulit dapat berujung kelahiran di mana saja dalam rentang 37 sampai 42 minggu.

Beberapa variabel biologis menyumbang keragaman ini: perbedaan alami lama kehamilan antarindividu, ketidaktepatan ingatan tentang HPHT, variasi panjang siklus, serta sifat statistik dari setiap rata-rata populasi. Penyedia layanan antenatal memakai EDD sebagai titik rujukan klinis untuk menjadwalkan pemeriksaan dan memantau pertumbuhan janin, bukan sebagai tenggat mati. Pembicaraan mengenai penanganan kehamilan yang melewati 41 atau 42 minggu sebaiknya dilakukan bersama dokter kandungan atau bidan.

Menggunakan kalkulator hari perkiraan lahir

Kalkulator HPL daring menerapkan aritmetika yang sama dengan aturan Naegele dan selisih IVF yang dijelaskan di atas. Alat semacam ini bersifat edukatif dan hanya memberikan perkiraan berdasarkan tanggal yang dimasukkan. Setiap hasil kalkulator sebaiknya ditinjau bersama penyedia layanan antenatal yang berkompeten, yang dapat memastikan usia kehamilan melalui USG dan mempertimbangkan faktor klinis masing-masing orang.

Kalkulator hari perkiraan lahir di Calculate.Studio menerima masukan berupa HPHT, tanggal konsepsi, serta transfer IVF hari ke-3 dan hari ke-5. Kalkulator ini juga menyesuaikan hasil dengan panjang siklus yang dilaporkan sendiri bila metode HPHT dipilih. Hasilnya menampilkan perkiraan hari lahir beserta perkiraan tanggal awal tiap trimester berdasarkan garis waktu rujukan 280 hari.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu aturan Naegele?

Aturan Naegele adalah rumus baku untuk memperkirakan hari perkiraan lahir. Aturan ini menambahkan 280 hari (40 minggu) pada hari pertama haid terakhir (HPHT). Rumus ini mengandaikan siklus 28 hari, sehingga kalkulator umumnya menerapkan koreksi untuk siklus yang lebih panjang atau lebih pendek.

Berapa hari yang ditambahkan untuk transfer IVF hari ke-5?

Untuk transfer blastokista hari ke-5, 261 hari ditambahkan pada tanggal transfer embrio untuk memperkirakan hari lahir. Angka ini memperhitungkan 19 hari perkembangan sebelum transfer (14 hari menuju ovulasi ditambah 5 hari di media kultur).

Apakah USG trimester pertama lebih akurat daripada penanggalan HPHT?

Ya. ACOG Committee Opinion 700 (2017) menyatakan bahwa pengukuran panjang kepala-bokong lewat USG antara kira-kira usia 8 dan 14 minggu memberi perkiraan usia kehamilan yang paling akurat, umumnya dalam selisih plus minus 5–7 hari. Penanggalan berbasis HPHT bisa kurang presisi bila tanggal HPHT tidak pasti atau siklus haid tidak teratur.

Apakah kebanyakan bayi lahir tepat pada hari perkiraan lahir?

Tidak. Penelitian kohort yang telah dipublikasikan menunjukkan bahwa kelahiran spontan tepat pada tanggal perkiraan justru jarang terjadi. ACOG menggolongkan periode 39 minggu 0 hari sampai 40 minggu 6 hari sebagai “aterm penuh”, dan persalinan normal dapat terjadi kapan saja antara 37 hingga 42 minggu. Hari perkiraan lahir adalah estimasi, bukan tanggal persalinan yang dijamin.

Berapa hari perkiraan lahir jika tanggal konsepsi diketahui?

Bila tanggal konsepsi diketahui, menambahkan 266 hari akan menghasilkan perkiraan hari lahir. Angka ini setara dengan perkiraan 280 hari berbasis HPHT dikurangi kurang lebih 14 hari jarak antara HPHT dan ovulasi pada siklus standar 28 hari.

Kapan hari perkiraan lahir perlu direvisi berdasarkan USG?

Menurut ACOG Committee Opinion 700, hari perkiraan lahir sebaiknya direvisi bila perkiraan USG trimester pertama berbeda lebih dari 5–7 hari dari perkiraan berbasis HPHT (ambangnya berbeda-beda menurut trimester). Keputusan ini diambil oleh klinisi selama perawatan antenatal.

Referensi

  1. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Committee Opinion 700: Methods for Estimating the Due Date. Obstetrics & Gynecology. 2017;129(5):e150–e154.
  2. Naegele FC. Erfahrungen und Abhandlungen aus dem Gebiete der Krankheiten des weiblichen Geschlechtes. 1812. Mannheim: Schwan und Götz. [Historical primary source establishing the rule.]
  3. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Definition of Term Pregnancy. Committee Opinion 579. Obstetrics & Gynecology. 2013;122(5):1139–1140.
  4. Savitz DA, Terry JW Jr, Dole N, Thorp JM Jr, Siega-Riz AM, Herring AH. Comparison of pregnancy dating by last menstrual period, ultrasound scanning, and their combination. American Journal of Obstetrics and Gynecology. 2002;187(6):1660–1666.
  5. Jukic AM, Baird DD, Weinberg CR, McConnaughey DR, Wilcox AJ. Length of human pregnancy and contributors to its natural variation. Human Reproduction. 2013;28(10):2848–2855.
  6. National Health Service (NHS). Your pregnancy due date. Available at: www.nhs.uk. Accessed 2026.

Kalkulator terkait

🧩 Tambahkan kalkulator ke situs Anda — gratis. Widgets →